belajar investasi syariah

Belajar Mengenal Investasi Syariah

Selama bertahun-tahun, keuangan Islam telah tumbuh dengan pesat secara global termasuk dalam investasi. Investasi syariah berbeda dengan jenis investasi konvensional lainnya karena untuk kebijakan, manajer dan investor harus mematuhi hukum Islam.

Penetapan kebijakan investasi syariah, baik untuk investor institusional maupun individu, dimulai dengan Dewan Syariah. Di Indonesia, ada lembaga khusus untuk keuangan syariah yakni Dewan Syariah Nasional.

Mengutip dari situs dsnmui.or.id, salah satu tujuan dibentuknya Dewan Syariah Nasional adalah untuk mendorong penerapan ajaran Islam dalam bidang perekonomian dan keuangan yang dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Baca Juga

Investasi yang Cocok untuk Mahasiswa

Memahami Investasi Islam

Manajemen aset Islam mengacu pada manajemen investasi profesional dari sekuritas yang sesuai dengan syariah. Bisnis investasi syariah didasarkan pada prinsip keuangan Islam. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keuangan investor dengan integritas dan dengan cara yang adil, dapat dipercaya, jujur ​​dan memastikan distribusi kekayaan yang lebih merata.

Investasi syariah bukan hanya dilihat sebagai investasi yang dipandu agama tetapi juga sebagai bentuk investasi etis yang mempromosikan kegiatan ekonomi nyata yang diinginkan secara sosial. Salah satu manfaat pendekatan investasi ini adalah menghasilkan pengembalian investasi yang kompetitif dan mendorong praktik bisnis yang etis.

Investasi Syariah Hanya untuk Bisnis yang Halal

Mirip dengan investasi yang bertanggung jawab secara sosial, investasi yang sesuai syariah mengamanatkan nilai-nilai sosial & tata kelola yang baik. Tidak boleh ada Riba dalam investasi syariah dan investasi hanya dapat dilakukan dalam bisnis yang diizinkan oleh syariah.

Investasi syariah menyaring bisnis yang terlibat dalam berbagai aktivitas yang dianggap tidak etis seperti bisnis minuman keras, perjudian, poronogarfi, dan hal haram lainnya. Dalam investasi syariah, keuntungan dan resiko harus dibagi secara adil. Jika untung ya untung bersama, jika rugi ya rugi bersama.

Dalam investasi syariah, investor dan manajer sama-sama berbagi risiko dalam memilih investasi yang tepat dan profitabilitasnya, terlibat dalam kemitraan dan bukan hubungan peminjam-pemberi pinjaman yang sederhana.

Investor berbagi risiko dengan manajer misalnya untuk produksi, distribusi, dan sebagainya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa investor dan manajer (atau bank dan deposan) sama-sama memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan. Ini mengubah hubungan peminjam-pemberi pinjaman yang sederhana menjadi kemitraan yang sejahtera.

Tips Memilih Investasi Syariah

Ada berbagai jenis investasi syariah seperti Investasi Saham Syariah, Investasi Reksadana Syariah, Investasi Deposito Syariah, Investasi Emas Syariah, Investasi Obligasi Syariah, dan sebagainya.

Setiap investasi memiliki fitur dan karakteristik risiko yang berbeda. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mempelajari jenis investasi yang ingin Anda pilih. Jika perlu, Anda bisa membuat rencana investasi. Rencana investasi bisa membantu Anda mengidentifikasi jenis investasi apa yang paling cocok untuk Anda.

Jika Anda tidak yakin tentang jenis investasi syariah yang Anda butuhkan, atau dana investasi mana yang harus dipilih, mungkin Anda bisa meminta saran pada penasihat keuangan.

Related Posts