Cara Bijak Menentukan Jangka Waktu Deposito - Blog Tangan Gatel
Jangka waktu deposito yang ditawarkan untuk penyimpanan di setiap bank hampir sama, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan sampai 24 bulan dan seterusnya.

Cara Bijak Menentukan Jangka Waktu Deposito

Meski demikian, tentu saja tetap perlu memperhatikan jangka waktu deposito yang ditentukan agar tidak merasa rugi. 
Menginvestasikan sebagian dana yang dimiliki menjadi pilihan banyak orang karena menawarkan profit yang cukup kompetitif dibandingkan dengan menyimpan dalam bentuk tabungan. Berbagai pilihan investasi kini sudah dapat dipilih sesuai dengan preferensi dan kebutuhan, salah satunya deposito. Deposito memiliki keunggulan, salah satunya suku bunga yang lebih tinggi dan kompetitif dibandingkan dengan suku bunga tabungan. Selain itu, deposito juga memiliki risiko yang cukup minim.
Pada umumnya, minimal dana yang diperlukan untuk disimpan dalam bentuk deposito adalah sekitar Rp 8-10 juta, dan tergantung juga kebijakan dari tiap bank. Beberapa bank ada yang menetapkan setoran minimal deposito hanya Rp1 juta.
Jangka waktu deposito yang ditawarkan untuk penyimpanan di setiap bank hampir sama, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan sampai 24 bulan dan seterusnya. Semakin lama jangka waktu simpanan, maka secara proporsional bunga yang diberikan relatif akan lebih tinggi. Sehingga deposito dianggap sebagai alternatif investasi yang aman dengan potensi kerugian minimal.
Semakin panjang jangka waktu, bank akan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi untuk dana yang ditanamkan di investor. Dalam menentukan jangka waktu, beberapa hal perlu menjadi pertimbangan. Salah satunya adalah kapan dana tersebut akan dibutuhkan untuk digunakan kembali.
Jangan sampai misalnya dana tersebut akan digunakan kembali dalam waktu satu tahun ke depan, tetapi pilihan jangka waktu hanya yang tiga bulan. Tentu saja keuntungannya tidak akan maksimal. Atau malah sebaliknya, saat dana akan digunakan kembali satu tahun ke depan, justru menentukan jangka waktu satu setengah tahun, sehingga menimbulkan kerugian karena denda pencairan dana sebelum waktu jatuh tempo.
Jika dana yang ada tidak akan digunakan dalam waktu dekat, maka lebih baik dialokasikan pada beberapa deposito dengan jangka waktu yang berbeda-beda atau disebut laddering. Strategi ini akan memberikan kelebihan berupa akses likuiditas dari sebagian dana di deposito dan perlindungan dari risiko bunga rendah.
Caranya, misalkan jika dana yang ada sebesar Rp 75 juta. Maka dana tersebut dapat dibagi dengan cara menanamkan Rp 25 juta pada deposito dengan jangka waktu 1 tahun, Rp 25 juta dengan jangka waktu 2 tahun, dan sisanya dengan jangka waktu 3 tahun.
Setelah satu tahun salah satu deposito cair, maka dana dapat diambil kembali atau dapat menginvestasikannya lagi ke dalam jangka waktu 3 tahun. Dengan demikian akan dapat keuntungan untuk mendapatkan likuditas yang lebih baik. Tingkat suku bunga pun lebih baik karena tersebar dalam beberapa periode dan ada kemungkinan untuk mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi dari investasi ulang.
Jadi, sebesar apapun dana yang dimiliki, sebaiknya dapat dikelola dengan bijak dan tepat. Mengelola keuangan dengan bijak dapat menjadi perencanaan kebutuhan maupun impian di masa depan dengan lebih siap. Apalagi jika manfaat investasi dalam bentuk deposito sudah dimanfaatkan sejak dini. Pengelolaan deposito juga penting untuk dipelajari. Salah satunya tentang menentukan jangka waktu deposito dengan bijak, tentu dapat memaksimalkan keuntungan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *