jenis reksadana

Jenis-Jenis Reksadana yang Bisa Kamu Pilih

Reksadana adalah tempat yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari sekelompok orang atau masyarakat yang selanjutnya akan diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Portofolio efek berupa surat berharga seperti saham, obligasi, surat berharga, deposito dan sejenisnya, dimana reksadana tersebut menempatkan investasi dan merupakan kekayaannya yang bersifat bergerak. Sebelum tertarik lebih dalam alangkah baiknya jika mempelajari jenis-jenis reksadana, agar tepat dalam melakukan investasi.
 
Manajer investasi bertugas sebagai pihak yang mengelola portofolio efek tersebut berdasarkan hasil kebijakan investasi yang sudah disepakati bersama dan bertanggung jawab atas kinerja reksadana. Dalam hal ini manajer investasi juga bertugas untuk memutuskan saham yang akan dibeli, dijual atau dipertahankan. 
 
 

Reksadana Pasar Uang 

Reksadana pasar uang untuk alokasi dana sebesar 100% pada instrumen pasar uang, seperti pada deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), atau Obligasi dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Keunggulan jenis reksadana pasar uang sebagai berikut.
  • Hasil cenderung lebih stabil dan cenderung tidak fluktuatif. Hal ini sesuai dengan tujuan investasi jangka pendek yakni kurang dari satu tahun.
  • Likuid atau mudah dicairkan, pada umumnya terjadi 2 hari bursa pasar modal setelah instruksi pencairan dana telah keluar
  • Tidak adanya biaya untuk pembelian dan penjualan
  • Risiko yang cenderung relatif lebih kecil dibandingkan reksadana lainnya.

Reksadana Pendapatan Tetap 

Alokasi dana yang terjadi minimum 80% pada instrumen obligasi. Keunggulan jenis-jenis reksadana ini, sesuai dengan tujuan investasi jangka menengah perkiraan 1-3 tahun dan adanya pembagian keuntungan tunai atau tambahan unit penyertaan yang dibagikan berkala.

Reksadana Campuran 

Secara umum alokasi dana maksimal 79% untuk masing-masing instrumen pasar uang, obligasi, atau saham. Keunggulannya adalah sesuai dengan tujuan investasi jangka menengah sampai panjang yakni 3-5 tahun dan alokasi aset lebih fleksibel sehingga cenderug lebih adaptif dengan kondisi pasar.
 

Reksadana Saham 

Alokasi dana minimum sebesar 80% pada instrumen saham. Potensi pertumbuhan relatif tinggi karena cenderung bersifat agresif. Keunggulannya adalah investasi jangka panjang, yakni di atas 5 tahun, dengan profil risiko yang agresif.
 
Demikian paparan seputar jenis-jenis reksadana agar calon investor dapat memahami lebih jauh dan memilih lebih bijak jenis reksadana yang diinginkan sesuai dengan keuangan yang ada dan sesuai kebutuhan. Lakukan analisis lebih mendalam sebelum memutuskan agar hasil yang didapatan akan puas. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat. 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *