Ketahui Pengertian Reksadana Konvensional - Blog Tangan Gatel
reksadana konvensional

Ketahui Pengertian Reksadana Konvensional

Investasi yang sangat diminati oleh pemula adalah reksadana. Reksadana adalah pengumpulan dana yang akan nantinya diolah oleh manajer investasi menjadi berbagai produk, seperti obligasi, pasar uang, atau saham. Aneka jenis reksadana yang tersedia mampun untuk menjawab segala perbedaan tujuan, profil risiko, dan horison. Namun varian produk yang disediakan di pasar terdiri atas dua kelompok, yaitu reksadana konvensional dan non konvensional. Kali ini kita akan bahas pengertian reksadana konvensional dan jenisnya.
Baca Juga:

Reksadana Konvensional dan Jenisnya

Reksadana konvensional merupakan investasi yang lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia. Meskipun sudah ada reksadana syariah dan non konvensional. Dilihat dari pengertian reksadana konvensional, yaitu reksadana yang bisa berinvestasi di semua jenis keuangan, misalnya saham, obligasi, dan   deposito. Namun masih memiliki batasan yang sudah ditetapkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Maka tujuan dari reksadana konvensional ini adalah untuk sarana dalam pendalaman pasar karena murni penanaman  modal.
Reksadana konvensional terdiri atas dua jenis, yaitu reksadana konvensional dalam bentuk uang dolar atau rupiah dan reksadana berbasis syariah. Sedangkan untuk jenis modalnya terdiri atas 4 macam.

1. Reksadana saham

Untuk bisa melakukan reksadana ini harus memiliki penanaman modal minimal 80% pada instrumen saham. Reksadana saham cocok bagi kamu yang memiliki tujuan investasi jangka panjang, minimal lima tahun. Perlu diketahui bahwa memilih reksadana saham akan mendapatkan keuntungan yang besar tapi juga memiliki risiko yang besar pula.

2. Reksadana obligasi atau surat piutang

Termasuk reksadana yang sebagian besar mengalokasikan semua modalnya untuk pendapatan tetap, seperti surat piutang. Tujuan dari reksadana ini adalah memberikan dengan tingkat pengembalian yang menarik dengan penekanan pada stabilitas modal. Reksadana obligasi cocok bagi Kamu yang memiliki tujuan jangka pendek, yaitu sekitar satu sampai tiga tahun.

3. Reksadana campuran

Sesuai dengan namanya, reksadana campuran terdiri atas saham, obligasi, dan deposito. Tapi tidak boleh melebihi 79%. Tujuan dari reksadana campuran adalah untuk jangka menengah, yaitu sekitar tiga sampai 5 tahun. Yang memiliki keunggulan yaitu komposisi portofolio lebih fleksibel. Tapi keuntungan dari reksadana campuran tidak sebesar pada reksadana saham. Namun risiko yang didapatkan lebih kecil.

4. Reksadana pasar uang

Termasuk reksadana paling aman digunakan dibandingkan yang lainnya. Karena risikonya paling kecil. Investasi dalam reksadana ini 100% digunakan pada instrumen pasar uang. Memiliki tujuan untuk memberikan keuntungan yang menarik melalui investasi pasar uang yang dipilih secara selektif. Dan untuk memenuhi kebutuhan dana dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, reksadana pasar uang cocok bagi yang memiliki tujuan jangka pendek. Keunggulan lain dalam reksadana pasar uang adalah tidak memungut biaya pembelian dan penjualan kembali.
Itulah pengertian reksadana konvensional dan jenis investasinya. Namun sebelum Kamu mulai berinvestasi, kenali dulu profil reksadana yang dipilih. Risiko dan returnnya serta kecocokan dengan tujuan keuangan Kamu. Jangan sampai salah memilih. Selamat mencoba.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *