Untung Rugi Tabungan Berjangka - Blog Tangan Gatel
Tetapi sebelum mengikuti tabungan berjangka di salah satu bank, sebaiknya pahami terlebih dahulu keuntungan dan kerugian tabungan berjangka.
Sebelum mengikuti tabungan berjangka di salah satu bank, sebaiknya pahami terlebih dahulu untung rugi tabungan berjangka.
Menabung merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatur keuangan pribadi. Menabung juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempersiapkan kebutuhan pada masa mendatang. Namun tidak sedikit orang yang masih merasa kesulitan untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung. Bagi seseorang yang memiliki tekad kuat untuk mendisiplinkan diri dalam menabung demi memenuhi kebutuhan jangka waktu tertentu, tabungan berjangka dapat dijadikan solusi.
Keuntungan dan kerugian tabungan berjangka yang akan dipaparkan ialah dari segi umum, karena tidak semua lembaga keuangan menerapkan kebijakan yang sama. Berikut penjelasan lengkapnya.

Suku Bunga Tinggi

Keuntungan tabungan berjangka yang pertama yaitu suku bunga yang ditawarkan relatif lebih tinggi. Umumnya tabungan berjangka memiliki suku bunga antara 3% hingga 7% per tahun. relatif lebih tinggi jika dbandingkan dengan tabungan konvensional yang memiliki suku bunga antara 0% hingga 2% saja.

Jaminan Asuransi

Keuntungan kedua yakni adanya jaminan asuransi. Sebagian besar produk layanan tabungan berjangka telah dilengkapi asuransi jiwa. Meskipun rincian masing-masing bank berbeda. Ada yang memberikan asuransi jiwa untuk musibah seperti cacat total atau meninggal dunia. Ada pula yang memberikan asuransi/jaminan untuk meneruskan setoran hingga masa akhir tabungan apabila nasabah tidak bisa meneruskan karena sesuatu hal.

Dijamin LPS

Keuntungan tabungan berjangka yang ketiga, yakni adanya jaminan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Tabungan berjangka termasuk bagian dari kategori tabungan, maka dana yang tersimpan di dalam bank dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jadi nasabah tidak perlu khawatir akan kehilangan uang apabila bank tersebut dilikuidasi.

Setoran Ringan

Keuntungan keempat yaitu setoran awal yang cukup ringan. Apabila dibandingkan dengan deposito, setoran awal tabungan berjangka terbilang lebih ringan. Sebagai contoh, deposito menerapkan dana setoran minimal Rp 8.000.000,00 dalam jangka waktu tertentu sedangkan tabungan berjangka dengan minimal RP 100.000,00 saja perbulan.

Sarana Disiplin Menabung

Keuntungan tabungan berjangka yang kelima yaitu dapat dijadikan untuk sarana meningkatkan kedisiplinan dalam menabung. Dengan adanya jangka waktu yang mengikat, secara tidak langsung tabungan berjangka mengajarkan kepada nasabah untuk disiplin menabung. Memang terkesan memaksa, tetapi efek yang ditimbulkan sangat positif. Terutama bagi nasabah yang merasa kesulitan menyisikan uang untuk ditabung.
Di samping keuntungan tersebut, pahami pula kerugian yang ditimbulkan dari tabungan berjangka, diantaranya yang pertama yaitu dana tidak likuid. Nasabah tidak bebas ingin menarik dana tabungan kapan saja, melainkan harus menunggu hingga berakhirnya periode yang telah disepakati sebelumnya. Sehingga apabila nasabah membutuhkan dana untuk keperluan darurat, maka tidak dapat menggunakan dana tabungan tersebut. Ada beberapa bank yang menerapkan kebijakan tabungan dapat ditarik sebelum jatuh tempo tetapi harus membayar biaya administrasi yang cukup besar.
Kerugian yang kedua yakni sertifikat tabungan berjangka tidak dapat dijadikan sebagai jaminan. Berbeda dangan sertifikat deposito yang tergolong sebagai aset, sehingga dapat dijadikan jaminan untuk mengajukan pinjaman bank.
Penjelasan mengenai keuntungan dan kerugian tabungan berjangka tersebut dapat dijadikan sebagai pertimbangan sebelum mengikuti layanan tabungan berjangka di suatu bank. Namun tabungan berjangka ini sangat recommended bagi seseorang yang sedang merencanakan kebutuhan dengan biaya besar dalam jangka waktu tertentu.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *