Memilih Jangka Waktu Investasi Reksadana - Blog Tangan Gatel
jangka waktu investasi reksadana

Memilih Jangka Waktu Investasi Reksadana

Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda-beda saat melakukan investasi reksadana. Ada yang bertujuan untuk membeli barang, berlibur, meneruskan pendidikan, menikah, dan mempersiapkan dana pensiun. Pada akhirnya, tujuan utamanya adalah mempersiapkan masa depan dengan cara meraih profit dari investasi. Saat memutuskan untuk berinvestasi, kamu harus menentukan jangka waktu investasi reksadana yang sesuai dengan kebutuhan.
Kamu harus menentukan tujuan untuk melakukan investasi reksadana, baru setelah itu dapat menentukan jangka waktu investasinya. Jangka waktu investasi untuk keperluan pernikahan yang akan berlangsung setahun lagi, tentu berbeda dengan jangka waktu untuk membiayai kuliah anak sementara sang anak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Berikut adalah jenis investasi berdasarkan jangka waktu investasi reksadana.

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang sangat cocok untuk kamu yang ingin berinvestasi dengan jangka waktu kurang dari satu tahun. Sejauh ini, reksadana pasar uang adalah jenis investasi yang stabil dan memberi cukup keuntungan. Jenis investasi ini memberi keuntungan 6 hingga 7% dalam setahun. Bandingkan dengan tabungan konvensional yang hanya memberi keuntungan nol koma sekian persen!



Keuntungan yang diperoleh dari investasi reksadana pasar uang tidak akan dipotong pajak, dan kamu bisa mengambil hasil keuntungan ini setiap saat tanpa jangka waktu pengambilan tertentu seperti deposito. Keuntungan lain dari reksadana jenis ini adalah nilai investasi awal yang kecil, dimulai dari seratus ribu rupiah, dan kamu dengan mudah dapat membelinya melalui marketplace.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis reksadana ini termasuk investasi jangka menengah dengan jangka waktu sekitar 1-3 tahun dengan produk investasi berupa obligasi yang dapat diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan. Sama halnya dengan reksadana pasar uang, investasi bisa dimulai dengan modal seratus ribu rupiah. Investasi jenis ini nilai risikonya lebih tinggi daripada investasi jangka pendek akan tetapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar, yaitu sekitar 10% setahun dan bebas pajak.

3. Reksadana Campuran



Reksadana campuran merupakan campuran dari saham, obligasi, dan deposito. Walaupun kurang populer di Indonesia, jenis investasi dengan jangka menengah 3-5 tahun ini sangat unik karena kita harus melakukan perencanaan yang matang tentang alokasi investasi.
Investasi untuk reksadana campuran cukup aman karena kebijakan investasinya sangat fleksibel. Misalnya saat bursa saham sedang sepi, maka kita bisa mengalihkan ke obligasi dan deposito. Keuntungan berinvestasi di reksadana ini bisa mencapai 30-70% per tiga tahun. Sungguh keuntungan yang sangat lumayan bukan?

4. Reksadana Saham



Reksadana saham adalah jenis investasi jangka panjang, dengan waktu lebih dari lima tahun. Investasi ini memberi keuntungan paling besar di antara keempat jenis reksadana, akan tetapi risikonya juga paling tinggi.
Reksadana saham melakukan investasi dengan cara pembelian saham-saham yang telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia. Hasil keuntungannya didapat dari kenaikan harga saham yang telah dibeli. Keuntungan yang diperoleh dari investasi reksadana saham sangat optimal, bisa mencapai 15 hingga 20% setahun. Sungguh keuntungan yang sangat menggiurkan ya?
Demikianlah beberapa jenis investasi reksadana berdasarkan jangka waktu investasi reksadana. Kamu bisa memilih yang sesuai dengan tujuan. Setiap jenis investasi mempunyai risiko, maka pelajari teknisnya sebaik mungkin untuk menghindari kerugian.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *