untung rugi reksadana

Pahami Untung Rugi Investasi Reksadana

Artikel berikut ini menginformasikan tentang untung rugi investasi reksadana. Selamat membaca.
 
Perkembangan zaman dan teknologi beriringan dengan cara pandang masyarakat dalam pengelolaan keuangan. Masyarakat sudah mulai tertarik untuk berinvestasi melalui reksadana, meskipun belum sepenuhnya paham akan keuntungan dan kerugian investasi reksadana. 
 
Populernya investasi reksadana atau mutual funds mengharuskan masyarakat untuk paham resikonya. Reksadana sebagai bentuk penyimpanan uang dengan waktu yang fleksibel menjadi pilihan menarik bagi masyarakat. 
 
Baca Juga:
 

1. Mudah dipelajari

Reksadana sebagai produk investasi yang mudah dipahami dan dipraktikkan karena berawal dari membeli unit dan transaksi yang menyangkut trade atau sell akan dilakukan oleh manajer investasi yang akan megirim laporan mengenai perkembangan investasi reksadana. 

2. Disversifikasi Resiko

Untuk mengantisipasi resiko investasi maka dilakukan diversifikasi dengan menyebarkan uang investor pada berbagai intrumen sehingga jika terjadi resiko tidak semuanya turun nilainya secara bersamaan. Sebagai contoh reksadana pada pasar uang, maka investasi akan dibagi ke berbagai pasar uang untuk pencegahan menurunya nilai investasi.  Disversifikasi tidak bisa dilakukan oleh investor sendirian tapi harus dikelola oleh berbagai investor agar bisa dilakukan secara optimal. 

3. Keuntungan Tinggi

Reksadana dapat memberikan keuntungan rata-rata hingga 20% per tahun yang salah satunya dihasilkan oleh reksadana pasar uang. Instrumen ini menjadi pilihan dalam mempersiapkan dana untuk masa depan atau waktu tertentu dengan melihat keuntungan dan kerugian investasi reksadana yang akan didapat. 

4. Dana Investasi Kecil/Sedikit

Tidak perlu mengeluarkan modal besar ketika akan memulai investasi karena penjual reksadana terus berinovasi agar intrumen produk yang dikeluarkan bisa terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Dengan kecilnya modal untuk investasi reksadana diharapkan masyarakat akan berbondong-bondong melalukan investasi. 

5. Dikelola Manajer Investor 

Reksadana mengatasi keterbatasan pengetahuan dan ketiadaan waktu calon investor dalam melakukan analisa investasi dengan menyerahkan proses investasi kepada Manajer Investasi Profesional yang berpengalaman dalam pengelolaan portofolio investasi. Investor juga tidak perlu khawatir dengan fee pada manajer investor karena reksadana sifatnya kumpulan berbagai investor sehingga ditanggung oleh semua investor. 
 
Investasi reksadana juga bisa mengalami resiko kerugian rendah, sedang, atau tinggi sesuai jenis intrumen yang dipilih. Jenis reksadana yang dipilih nilainya turun naik tergantung fluktuasi harga saham di bursa efek. Jadi, tidak ada jaminan harga selalu naik. 

6. Resiko Likuiditas (Butuh waktu pencairan)

Pencairan dana dari investasi reksadana membutuhkan waktu antara 3 sampai 4 hari kerja sejak perintah diberikan sampai uang masuk ke rekening investor. Kemungkinan kecil tidak akan cair juga bisa terjadi jika manajer investasi tidak dapat menyediakan dana untuk melakukan pembelian kembali Unit Reksadana.
 

7. Reksadana Ditutup

Terjadinya penutupan investasi reksadana oleh otoritas apabila jumlah dana yang dikelola anjlok di bawah minimum. Namun, ini juga kemungkinan kecil sebagai antisipasi jika reksadana ditutup.

8. Biaya Investasi

Dalam berinvestasi, seorang investor akan dikenai biaya-biaya yang mencakup fee manajer investasi, operasional, penyimpanan (kustodian), dan marketing rekadana secara signifikan, sehingga berimbas pada return yang diterima oleh investor.
 
Sekarang sudah tahu dan paham keuntungan dan kerugihan investasi reksadana yang selama ini membuat ragu untuk memulai berinvestasi. Nah, mulaila untuk investasi reksadana sesuai dana yang ada untuk keperluan berjangka dengan waktu yang fleksibel. 
 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *