Secara umum Pengertian saham konvensional adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan.

Pengertian Saham Konvensional, 3 Hal Yang Wajib Tahu

Saham adalah surat berharga yang dijual oleh perusahaan dalam bentuk kepemilikan. Surat-surat ini dapat dibeli siapa saja dengan pembelian minimal 1 lot atau 100 lembar. Saham-saham perusahaan yang tercatat di Bursa ditimbang dan dipantau secara umum dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ini belum mengelompokkan saham-saham secara lebih rinci dengan memasukan prinsip tertentu, itu yang menjadi pengertian saham konvensional. 

Pengertian saham dalam Undang-Undang Perseroan (UUP), “surat berharga yang dikeluarkan sebuah perusahaan Perseroan Terbatas (PT) atau disebut juga Emiten”. Keuntungan yang diperoleh investor dari kepemilikan saham tersebut disebut deviden. Deviden merupakan bagian keuntungan dari investor yang dibagikan dari keuntungan bersih yang diperoleh emiten.

Baca Juga:

Pengertian Saham Syariah

Perbedaan Saham Syariah dengan Saham Konvensional

Pengertian Sekuritas dalam Dunia Ekonomi

Jangka Waktu Investasi Saham

Secara umum Pengertian saham konvensional adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Saham konvensional merupakan tempat atau wadah terjadinya transaksi surat berharga. Dalam tujuan pencarian atau penambahan dana yang akan digunakan sebagai modal mengembangkan bisnis suatu perusahaan. 

Saham konvensional terdiri dari beberapa macam, diantaranya:

1) Dari kemampuan dalam hak tagih atau klaim:

a) Saham Biasa yaitu saham yang mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan.

b) Saham Preferen, saham ini mendapat hak utama dalam deviden dan harta saat perusahaan dilikuidasi.

2) Dari cara peralihan:

a) Saham Atas Unjuk (Bearer Stock) merupakan saham yang nama pemiliknya tidak tertera, mudah dilakukan pengalihaan kepemilikan. Kelemahannya rawan tindak kejahatan, karena pemilik saham tidak memiliki duplikatnya.

b) Saham Atas Nama (Registered Stock) merupakan saham yang tertulis jelas nama pemiliknya. Pemindahtanganan saham ini melewati prosedur tertentu.

3) Dari kinerja perdagangan:

a) Blue – Chip Stocks, saham yang memiliki reputasi tinggi.

b) Income Stocks, jenis saham emiten yang memberikan deviden lebih tinggi dari rata-rata deviden tahun sebelumnya.

c) Growth Stocks, saham yang mempunyai tingkat pertumbuhan pendapatan tinggi.

d) Speculative Stocks, saham yang tidak selalu menghasilkan pendapatan setiap tahunnya, namun masih mungkin untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meski belum pasti.

e) Counter Cyclical Stocks, jenis saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro dan situasi bisnis.

Mekanisme dalam perdagangan saham konvensional dimulai dari memasuki penawaran pada pasar perdana. Tahap pertama adalah persiapan, penyampaian permohonan pendaftaran, kemudian penelaahan. Di pasar perdana, harga saham berdasarkan kesepakatan antara emiten dengan penjamin emisi.

Dalam pasar perdana ini ada beberapa tahap seperti: pengumuman dan pendistribusian prospektus, masa penawaran, masa penjatahan, masa pengembalian dana, penyerahan efek, serta pencatatan efek. Selanjutnya, di pasar sekunder, harga saham ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham.

Pada praktiknya, harga saham dipengaruhi oleh kondisi bursa. Dari faktor fundamental perusahaan maupun faktor makro. Harga saham konvensional di pasar bursa terbagi menjadi tiga, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan. Harga tertinggi atau terendah adalah harga paling tinggi atau paling rendah yang terjadi dalam suatu periode. Harga saham penutupan (closing price) merupakan harga perdagangan terakhir yang terjadi dalam suatu periode. 

Jadi, setelah memahami pengertian saham konvensioanl apakah kamu sudah siap untuk bergabung trading saham?

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *