Pengertian Saham Syariah - Blog Tangan Gatel
saham syariah

Sebelum kita membahas pengertian saham syariah, kita pahami dulu apa pengertian saham secara umum. Saham adalah bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Bukti kepemilikan ini berbentuk surat berharga atau sering disebut efek. Saham terbagi menjadi 2 yaitu saham syariah dan saham konvensional. Perbedaan keduanya adalah pada perputaran modalnya.

Baca Juga:

Pengertian Saham Konvensional

Perbedaan Saham Syariah dengan Saham Konvensional

Pengertian Sekuritas dalam Dunia Ekonomi

Jangka Waktu Investasi Saham

Pengertian saham syariah dan saham umum

Pada saham konvensional, perputaran dananya pada perusahaan-perusahaan dari bidang usaha apapun. Baik bergerak di bidang halal maupun peusahaan yang bergerak di ranah yang tak sesuai dengan hukum syariah Islam.

Sedangkan pada pengertian saham syariah, kepemilikannya hanya pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang yang sesuai dengan syariah.

Artinya perputaran modal pada saham syariah telah dijamin oleh diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tentu saja telah disetujui oleh MUI. Selain itu cara memutar modal (berdagang) saham syariah wajib sesuai dengan prinsip syariah.

Jenis Saham Syariah

Saham ini sejak berdirinya telah membatasi diri hanya pada kegiatan dan perdagangan syariah. Jadi memang perusahaannya sendiri memang perusahaan syariah. Dalam pelaksanaanya juga telah ditetapkan oleh anggaran belanja dasar perusahaan tersebut. Saham jenis ini tidak perlu melakukan proses screening.

Jadi sudah otomatis disebut saham syariah.

Berdasarkan pengertian saham syariah adalah saham dari perusahaan yang bukan perusahaan syariah. Namun pada pelaksanaannya perputaran dana di perusahaan itu tidak bertentangan denga prinsip syariah. Saham jenis ini tidak otomatis disebut saham syariah. Perlu proses screening untuk mendapatkan status syariah. Apabila lolos maka saham perusahaan ini dimasukan dalam DES (Daftar Efek Syariah).

Cara Menentukan saham syariah

Business screening

Pemeriksaan cara ini yaitu melihat berdasarkan kegiatan perusahaan. Apakah sesuai dengan kaidah hukum syariah atau tidak. misalnya perusahaan rokok, bank konvesional, dan, asuransi konvensional. Mereka sudah jelas tidak termasuk ke dalam saham syariah.

Financial screening

Pemeriksaan jenis ini dengan cara melihat rasio keuangan perusahaan. Yaitu perbandingan antara total hutang berbasis bunga dengan total aset perusahaan. Kemudian pendapatan non halal dibanding dengan total pendapatan perusahaan maksimal hanya 10% saja.



Cara bertransaksi semua saham sama baik secara syariah maupun konvensional, namun sebaiknya untuk yang syariah pilihlah sekuritas dengan SOTS (Sharia Online Trading System) agar cara jual beli dan transaksi apapun yang berkaitan dengan saham terjamin kehalalannya.

Meskipun telah  ada fatwa dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang saham syariah. Juga telah diawasi oleh OJK tentang aktifitas yang dilakukan perusahaan-perusahaan dimana dana nasabah berputar, namun tetap saja ada mengangap bahwa perputaran modal saham pada metode konvensional dan syariah tiada bedanya. Hanya berbeda namanya saja, namun pada dasarnya sama saja.

Semua kembali kepada keyakinan masing-masing. Pilih sesuai dengan ilmu dan keyakinan yang dianut. Untuk lebih aman dan nyamannya tanyakan pengertian saham syariah kepada pemuka-pemuka agama atau pakar-pakar hukum syariah yang kamu anggap kompeten untuk menjawabnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *