Perbedaan Deposito Syariah dengan Deposito Konvensional - Blog Tangan Gatel
Namun, ada baiknya jika menyisihkan sebagian ke tabungan untuk masa depan, misal dengan mengikuti deposito. Nah, apa arti dan perbedaan deposito syariah dengan deposito konvensional? Mari pelajari selengkapnya. 

Perbedaan Deposito Syariah dengan Deposito Konvensional

Lantas, apa perbedaan deposito syariah dengan deposito konvensional? 
Merencanakan masa depan memang tak semudah berangan-angan, begitu juga dengan keamanan aset. Karena memang sudah menjadi sifat dasar manusia yang memiliki banyak keinginan. Boleh dan wajar, selama tidak merugikan orang lain dan memakai uang sendiri. Namun, ada baiknya jika menyisihkan sebagian ke tabungan untuk masa depan, misal dengan mengikuti deposito. Nah, apa arti dan perbedaan deposito syariah dengan deposito konvensional? Mari pelajari selengkapnya.
Pada dasarnya, deposito sama saja dengan tabungan biasa, hanya saja berjangka. Sayang, masih banyak orang yang menganggap cara ini merugikan, karena konon tabungan tidak dapat ditarik sewaktu-waktu membutuhkan. Padahal, deposito termasuk pilihan cerdas bagi orang yang mengamankan aset untuk masa depan. Sebab, keuntungan yang didapatkan akan jauh lebih besar daripada tabungan biasa, dan faktor keamanannya juga lebih unggul.

1. Sistem Pengelolaan

Sesuai dengan nama yang melekat, deposito syariah menerapkan sistem pengelolaan berdasarkan nilai-nilai yang dianjurkan oleh agama. Jadi, sebisa mungkin tidak ada yang melenceng dari ajaran Islam. Sedangkan deposito konvensional cenderung mengarah ke sistem perbankan yang lebih modern. Semua ketentuan sudah disusun dengan cermat oleh bank mengikuti aturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh pemerintah.

2. Sistem Kelola Dana

Ada hal yang membedakan tabungan biasa dengan deposito, yakni keuntungan yang didapat bukan berupa bunga, melainkan bagi hasil atas investasi. Baik deposito syariah maupun konvensional, keduanya menerapkan pengelolaan dana seperti ini. Perbedaan hanya terletak pada perusahaan yang akan akan dituju untuk investasi. Pada deposito syariah, perusahaan yang dibiayai harus memenuhi unsur-unsur syariah, yakni jelas kehalalannya, tidak mengandung riba, penipuan, dan lain-lain. Sedangkan pada deposito konvensional, bank bebas menetapkan investasi di mana pun.

3. Sistem Pembagian Hasil

Perbedaan deposito syariah dengan deposito konvensional dalam hal bagi hasil adalah cara penghitungannya. Deposito syariah besarnya keuntungan ditetapkan berdasarkan kinerja investasi yang ada di pasar bursa. Jika nilai sedang buruk, maka hasil yang didapatkan akan lebih kecil, begitu juga sebaliknya. Sementara pada deposito konvensional, persentase bagi hasil sudah ditetapkan sejak awal perjanjian. Nilai pasar tidak akan memengaruhi keuntungan yang didapatkan oleh nasabah.

4. Sistem Biaya Penalti

Siapa bilang deposito tidak dapat diambil sewaktu-waktu? Boleh, kok. Hanya saja, sistem penarikannya ada perbedaan deposito syariah dengan deposito konvensional. Dalam deposito syariah, nasabah boleh mengambil tabungan kapan pun. Tidak ada ketentuan yang harus dipenuhi, hanya perlu membayar biaya administrasi saja. Sedangkan pada konvensional, nasabah akan dikenakan biaya penalti. Yakni sejumlah uang yang harus dibayarkan saat tabungan ditarik sebelum tiba waktunya. Besaran dan ketentuannya masing-masing bank memiliki kebijakan sendiri.
Perbedaan deposito syariah dengan deposito konvensional ini patut dipertimbangkan, demi keamanan dan kenyamanan masing-masing nasabah. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi tetap bagus untuk mengamankan finansial. Semoga bermanfaat bagi kamu yang sedang merencakan masa depan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *