Perbedaan Saham Syariah dengan Saham Konvensional

Apa sih perbedaan saham syariah dengan saham konvensional? Simak penjelasannya di artikel berikut ini ya.

Pada tahun 2017, pemerintah pernah mencanangkan slogan ‘Yuk Nabung Saham’. Bersamaan dengan itu, PT BEI (Bursa Efek Indonesia) mengajak masyarakat untuk melek dengan dunia investasi. Karena investasi merupakan langkah tepat untuk mengamankan aset dalam jangka panjang. Salah satunya yaitu investasi saham. Di pasaran, ada dua jenis saham, yaitu syariah dan konvensional. Lantas, apa perbedaan saham syariah dengan saham konvensional dan mana yang lebih baik?

Kini, saham syariah dan konvensional mulai dilirik masyarakat untuk berinvestasi. Pasalnya, dengan modal rendah dan cara yang mudah, orang dapat meraup banyak keuntungan. Jika dilihat secara umum, keduanya memiliki arti yang sama. Yaitu surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan dari suatu perusahaan. Namun secara khusus, praktik dari keduanya tentu berbeda. Dan berikut ini sedikit ulasan mengenai perbedaan saham syariah dengan saham konvensional :

Baca Juga:

Pengertian Saham Syariah

Pengertian Saham Konvensional

Pengertian Sekuritas dalam Dunia Ekonomi

Jangka Waktu Investasi Saham

Saham Syariah

Sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh DSN MUI No.8 Tahun 2011, mekanisme perdagangan saham yang di BEI sudah sesuai dengan prinsip dasar syariah, yakni Bai Al Musawammah. Artinya transaksi jual beli yang harganya telah disepakati kedua belah pihak, tanpa perlu memberitahukan harga pokok pembelian. Sayangnya, tidak semua saham yang berada di BEI dapat disebut dengan saham syariah. Untuk dapat dikategorikan sebagai saham syariah, maka perusahaan tersebut harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :

• Semua syarat untuk melakukan transaksi sudah sesuai dengan syariah

• Tidak ada sedikit pun mengandung unsur kedzaliman

• Tidak mengandung praktik riba (bunga)

• Aman, tidak membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain

• Jauh dari unsur penipuan atau gharar

• Tidak berbau unsur Maisyir atau judi 

• Jauh dari materi-materi yang diharamkan

Bagi umat muslim, saham syariah tentu lebih menentramkan jiwa. Karena keuntungan atau laba yang didapatkan sudah dijamin halal dan bebas riba. Selain itu, tingkat risikonya juga lebih minim. Sebab, perusahaan yang mengeluarkan saham syariah jumlah utangnya harus di bawah aset. 

Saham Konvensional

Saham konvensional adalah saham yang dikeluarkan secara langsung oleh perusahaan Perseroan Terbatas atau PT. Sehingga barangsiapa yang membeli saham, maka ia juga termasuk pemilik dari perusahaan tersebut. Namun, kekuasaannya dibedakan berdasarkan jumlah kepemilikan saham. Pembagian hasil atau deviden dibagikan melalui RUPS alias Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan persentase saham.

Selain tentang keuntungan, investor pada saham konvensional juga boleh mengutarakan pendapat serta menentukan strategi kebijakan untuk perusahaan. Jika kamu jeli dalam permainan pasar modal, saham konvensional dapat menjadi ladang uang. Karena tidak ada batasan khusus yang perlu dipenuhi (tentang halal-haram). Hal yang paling penting dalam saham ini adalah keuntungan.

Dengan sedikit penjabaran di atas, berarti makin jelas ya perbedaan saham syariah dengan saham konvensional. Apapun pilihanmu untuk berinvestasi, pastikan sudah memahami konsep permainan saham terlebih dahulu. Jangan sampai asetmu justru menghilang tanpa memberikan manfaat apa-apa. Semoga bermanfaat dan hidup dengan sejahtera.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *