tujuan investasi reksadana

Sesuaikan Jenis dengan Tujuan Investasi Reksadana

Setiap investor pasti mengharap keuntungan dari investasi yang ditanamnya. Begitu juga dengan investor reksadana, pasti punya tujuan investasi reksadana sendiri. Pada dasarnya setiap investasi memiliki potensi keuntungan yang baik. Namun tentu tingkat keuntungan dari satu investasi dengan investasi lain bisa jadi berbeda.
 
Seperti investasi saham memiliki tingkat keuntungan berbeda dengan investasi obligasi, atau investasi lain. Semua tergantung dengan tujuan investasinya. Untuk itu dalam ulasan ini akan dibahas mengenai tujuan investasi reksadana.
 
Reksadana memiliki beberapa pilihan produk yang berbeda, baik secara prinsip pengelolaan, jangka waktu, dan alokasi investasinya. Setiap pilihan produk tersebt tentu memiliki konsekuensi dan tingkat keuntungan yang berbeda. Para investor bebas memilih mana tujuan investasi reksadana yang dianggap paling menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan finansial. Hal ini penting untuk meminimalisir terjadinya risiko di kemudian hari.
 

Jenis Reksadana



Jenis reksadana yang tersedia di pasar investasi saat ini beragam. Setiap manajer investasi menawarkan beberapa produk berbeda dengan nominal dan tingkat keuntungan yang tentu berbeda pula. Beberapa jenis reksadana yang dapat dipilih oleh investor antara lain:

1. Berdasarkan prinsip keuangan

Berdasarkan prinsip keuangan, reksadana dibedakan antara reksadana konvensional dengan reksadana syariah. Reksadana konvensional dikelola oleh manajer investasi berdasarkan prinsip ekonomi yang berlaku untuk mendapat keuntungan maksimal. Sedangkan reksadana syariah harus dikelola sesuai dengan prinsip syariah yang berlaku, melalui fatwa DSN sesuai dengan produk yang ditawarkan.

2. Berdasarkan jangka waktu



Berdasarkan jangka waktu, reksadana terbagi dalam reksadana jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Definisi jangka pendek umumnya adalah kurang dari satu tahun. Misalnya 3 bulan, 6 bulan, atau 9 bulan. Untuk reksadana jangka menengah, umumnya menawarkan produk dengan jangka waktu antara 1-3 tahun. Reksadana jenis ini biasanya menawarkan tingkat euntungan lebih tinggi dari jangka pendek.
 
Sedangkan reksadana jangka panjang ditawarkan oleh manajer investasi dengan jangka waktu lebih dari 3 tahun. Tentu dengan jangka yang lebih panjang, tingkat keuntungan yang ditawarkan bisa lebih tinggi dari jangka pendek dan menengah. Namun demikian tidak banyak investor yang memilih reksadana jenis ini. Mungkin karena ada investasi dalam bentuk selain reksadana yang mampu memberikan return lebih tinggi.

3. Berdasarkan alokasi investasi

Manajer investasi reksadana konvensional bebas mengalokasikan investasi di portofolio efek manapun. Sedangkan untuk reksadana syariah terbatas hanya pada portofolio efek yang sesuai dengan prinsip syariah saja. Selain itu, manajer investasi dapat mengalokasikan modalnya pada saham, pasar uang, atau portofolio yang menawarkan pendapatan tetap.

Tujuan Investasi Reksadana

Berdasarkan beberapa jenis reksadana yang dapat dipilih tersebut, investor dapat mencapai tujuan investasi reksadana sebagai berikut:

1. Likuiditas modal

Sebagian investor memilih reksadana sebagai alat likuiditas modal. Daripada dana mengaggur, diinvestasikan ke reksadana dapat memberikan keuntungan tanpa harus repot mengelola sendiri.

2. Mendapat return



Ini merupakan tujuan paling umum bagi investor yang sibuk namun ingin modal yang dimilikinya bertambah.

3. Merealisasikan cita-cita

Dari keuntungan investasi yang dihasilkan, investor dapat mewujudkan cita-citanya untuk liburan, membeli barang mewah, dan sebagainya.
 
Dengan mengetahui tujuan investasi reksadana, kamu sebagai investor dapat menyesuaikan produk reksadana apa yang harus diambil untuk mewujudkan tujuan tersebut. Jadi, dari sekian banyak produk yang ditawarkan oleh manajer investasi reksadna, produk reksadana apa yang kamu pilih?

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *